Apa Itu Mimbar Masjid? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Apa Itu Mimbar Masjid? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Votewillforcongress – Mimbar adalah platform di dalam masjid tempat imam (pemimpin shalat) berdiri dan melayani khotbah Jumat. serta dakwah Aidil Fitri dan Aidil Adhu. Platform yang tinggi memungkinkan pendeta melihat jamaah yang ramai, dan jemaah dapat mendengar suara pengkhotbah lebih keras (di depan sistem speaker).

Mimbar selalu berbentuk menara dan di atasnya berkubah atau berbentuk limas. Mimbar masjid selalu dihias dan unik, meskipun mimbar kuno hanya memiliki tangga dan tempat berpijak (pada zaman nabi, mimbar Masjid Nabawi saat itu hanya tiga anak tangga sebelum bertambahnya jumlah anak tangga pada masa Khulafa Ar. -Rasyidin) Mimbar terletak di pinggir sisi kanan) mihrab dan posisinya searah kiblat (Mekkah). Setengah dari mimbar dibangun di dinding masjid. Ini membenarkan lebih banyak ruang untuk gereja.

Ketika Rasulullah SAW menyampaikan pidatonya, ia dipaksa berdiri dalam waktu yang lama. Itu terlalu keras, jadi batang kurma tersangkut di sebelah tempat dia berbicara. Itu dilakukan agar dia bisa bersandar jika merasa lelah. Pemandangan itu dilihat oleh seseorang yang baru saja menetap di kota Madinah.

Dia mengatakan kepada Rasulullah SAW, yang berada di dekatnya, “Jika saya tahu bahwa Muhammad (Rasulullah SAW) menyukai saya karena sesuatu yang lucu, saya pasti akan menjadikannya platform tempat dia bisa duduk atau berdiri sesuka hati.”

Kata-kata tersebut akhirnya jatuh ke telinga Nabi Muhammad. Rasulullah SAW kemudian berkata, “Panggil orang ini!” Kemudian Rasulullah SAW memerintahkannya untuk membangun mimbar. Kemudian Rasulullah SAW merasa nyaman berdakwah. Di sinilah awal mimbar yang kini menjadi tempat dakwah berdakwah di masjid.

Dalam sejarahnya, konon mimbar gundukan mula-mula merupakan tempat kedudukan Rasulllah SAW. Hal ini agar Rasulullah SAW dapat dengan mudah mengenali orang asing yang datang untuk berdakwah. Bukit tersebut dibuat sebagai background ketika Nabi Muhammad duduk bersama para sahabatnya, lalu datanglah orang asing yang tidak dikenal. Teman-teman itu kemudian meminta izin untuk menetap sehingga dia bisa dengan mudah mengenali orang asing itu.

Artinya, mimbar yang kini dikenal sebagai tempat dai berdakwah di masjid-masjid itu memang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad. Keberadaan mimbar berawal ketika Rasulullah SAW membangun masjid di Madinah, tepatnya Masjid Nabawi.

Berbeda dengan mimbar yang kini banyak ditemui di masjid, mimbar dibuat sangat sederhana saat itu. Mimbar Rasulullah SAW hanya terbuat dari tumpukan batu bata dan kayu dari daun kurma.

Mimbar masjid biasanya terletak di masjid dan letaknya paling depan di sebelah posisi imam. Ya, itu mimbar. Mimbar tersebut digunakan Khotib untuk memberikan khutbah tentang shalat Jumat dan shalat IED di gereja. Selain itu bisa juga digunakan untuk acara-acara tertentu, seperti majelis taklim atau pengajian umum.

Khotib bisa menggunakan mimbar tinggi untuk melihat kesibukan pertemuan. Mimbar selalu didekorasi dan unik, padahal mimbar masjid jati kuno hanya memiliki tangga dan tempat berdiri.

Dalam sejarahnya, konon mimbar gundukan mula-mula merupakan tempat kedudukan Rasulllah SAW. Hal ini untuk memudahkan Rasulullah SAW mengenali orang asing yang datang untuk menyampaikan disiplin. Gundukan itu dibuat saat Nabi Muhammad duduk bersama para sahabatnya, lalu datanglah orang asing tak dikenal. Teman-teman itu kemudian meminta izin untuk menetap sehingga dia bisa dengan mudah mengenali orang asing itu.

Namun seiring perkembangan zaman, tidak ada gundukan yang digunakan dalam produksi Mimbar, melainkan kayu dengan corak yang beragam. Kini hampir seluruh masjid di Indonesia dilengkapi dengan mimbar. Selain sebagai tempat dakwah, mimbar juga digunakan sebagai aksesoris masjid yang dapat menambah keindahan masjid.

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas